Selasa, 30 Juni 2009

laporan kimia

2 dan 3
Asam Fenoftalein Metil Merah
Asam klorida (HCl) Tidak berwarna tetap Agak berwarna merah
Asam sulfat (H2SO4) Tidak berwarna tetap Agak berwarna merah
Asan cuka (CH3COOH) Tidak berwarna tetap Agak berwarna merah
Natrium hidroksida (NaOH) Merah muda pekat Tidak berwarna (tetap)
Kalium hidroksida (KOH) Merah muda pias Tidak berwarna (tetap)
Amonium hidroksida (NH4OH) Merah pudar Tidak berwarna (tetap)

Pembahasan
Dari hasil penelitian yang di dapat disimpulkan bahwa suatu senyawa yang mengandung asam kuat kita diuji keasamannya dengan menggunakank kertas lakmus merah atau lakmus biru maka warnanya akan menjadi merah dan sebaliknya jika senyawa tersebut mengandung basa maka warnanya akan menjadi biru.
Larutan HCl ketika diuji menggunakan ketrtas lakmus ternyata HCl merupakan larutan asam kuat. Berdasarkan jumlah ion H+ yang dilepaskan asam HCl termasuk ke dalam air. Sedangkan berdasarkan rumus kimianya satu ion H+ dalam pelarut air. Sedangkan berdasarkan ruumus kimianya HCl ini termasuk ke dalam asam non oksi yaitu asam yang tidak mengandung oksigen. Asam ketika diuji dengan fenolftalin maka warna larutan tersebut tidak berubah tetapi kektika diuji dengan metil merah, larutan tersebut akan berwarna merah.
Begitupun dengan H2SO4 dengan CH3COOH kedua larutan tersebut merupakan asam kuat (H2SO4) dan asam lemah (CH3COOH). Namun H2SO4 termasuk ke dalam asam diprotik yaitu asam yang melepaskan dua ion H+ ke dalam pelarut air dan berdasarkan rumus kimianya H2SO4 termasuk ke daalam sam oksi yaitu asam yang mengandung oksigen. Sedangkan C3COOH4 termasuk ke dalam asam triprotik yaitu sama yang melepaskan tiga ion H+ ke dalam pelarut air dan berdasarkan rumus kimianya C3COOH termasuk asam organik yaitu asam yang umumnya terdapat pada senyawa organik.
Sedangkan pada basa jika diuji dengan kertas lakmus maka akan berwarna biru. Dan ketika diuji dengan menggunakan fenolftalin warna larutan menjadi merah dan ketika diuji dengan metil merah larutan tersebut tidak berubah wafrna. Larutan NaOH, KOH dan NH4¬OH ini termasuk ke dalam basa. Berdasarkan ion OH- yang dilepaskan ketiga larutan tersebut termasuk ke dalam basa monohidroksi yaitu basa yang melepaskan satu ion OH-.

Kesimpulan
Asam merupakan suatu senyawa yang dapat menghasilkan ion [H+]. Berdasarkan jumlah ion H+ yang dilepaskan, asam dikelompokkan menjadi :
1. Asam monoprotik
2. Asam diprotik
3. Asam triprotik
Berdasarkan rumus kimianya asam dibedakan menjadi :
1. Asam non oksi
2. Asam oksi
3. Asam organik
Berdasarkan kekuatannya asam dibedakan menjadi :
1. Asam kuat
2. Asam lemah
Suatu senyawa atau larutan jika diuji dengan kertas lakmus dan berwarna merah maka larutan termasuk asam. Dan jika diuji dengan fenolftalin maka larutan tersebut tidak berubah warna dan jika diuji dengan mektil merah, maka larutan tersebut berwarna merah.
Basa merupakan suatu senyawa yang dapat menghasilkan ion [OH-]. Berdasarkan kekuatannya basa dibedakan menjadi :
1. Basa kuat
2. Basa lemah
Berdasarkan jumlah ion OH-, basa dibedakan menjadi :
1. Basa Monohidroksi yaitu basa yang melepaskan satu ion OH-
2. Basa Polidroksi yaitu yang melepaskan lebih dari sajtu ion OH-
Cirebon, 06 Mei 2009
Ass. Praktikum


(Neneng) Praktikum


(Entik Suticha)
Mengetahui,
Dosen Pengampu


(Kartimi, M.Pd)


Daftar Pustaka
Kartimi, M.Pd. 2009. Panduan Praktikum Kimia Dasar 2. Cirebon: PUSLAB STAIN CIREBON
Jasjfi, E. 1996. Kimia Dasar Keenam. Jakarta: Erlangga




Pembahasan
Untuk menyatakan derajat keasaman atau pH suatu larutan dapat ditentukan oleh besarnya konsentrasi ion H+ dalam larutan tersebut. Pada kali ini untuk menentukan derajat keasaman kita menggunakan indikator universal kemudian kita menghitungnya dengan rumus.
Hubungan pH dengan konsentrasi asam terlihat bahwa dari percobaan yang pertama bahwa larutan HCl dengan konsentrasi 0,1 M pHnya lebih kecil dibandingkan dengan HCl 0,001 M, hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi suatu asam maka semakin kecil pHnya, menunjukkan bahwa semakin banyak konsentrasi ion CH+J-nya. Larutan dengan komposisi tersebut tergolong larutan asam kuat, sedangkan pada basa semakin besar nilai pH maka semakin kuat sifat basa tersebut.
Untuk menentukan pH larutan asam lemah atau basa lemah tidak dapat ditentukan langsung adari konsentrasi asam atau basanya, karena asam lemah dan basa lemah tidak teriniosasi sempurna sehingga harus dihitung dari harga ka atau kb dengan rumus berikut :
• Untuk asam lemah : pH = - log
• Untuk asam kuat : pOH = - log
pH = 14 – pOH

Kekuatan asam lemah jika makin besar ka suatu asam, maka sifat asam makin kuat. Dan jika semakin besar kb suatu asam, maka sifat basa semakin kuat.

Kesimpulan
Untuk menentukan derajat keasaman atau pH suatu senyawa dapat ditentukan dengan menggunakan indikator univerrsal atau dengan menggunakan rumus.
Untuk menentukan derajat keasaman dari asam atau basa lemah tidak dapat ditentukan langsung dari konsentrasi sempurna ka atau kb dengan menggunakan rumus.
Semakin besar ka suatu asam maka sifat keasamannya semakin kuat, begitupun dengan basa semakin besar nilai kb suatu basa maka semakin kuat sifat bas tersebut.
Cirebon, 06 Mei 2009
Ass. Praktikum


(Neneng) Praktikum


(Entik Suticha)
Mengetahui,
Dosen Pengampu


(Kartimi, M.Pd)


Daftar Pustaka
Kartimi, M.Pd. 2009. Panduan Praktikum Kimia Dasar 2. Cirebon: PUSLAB STAIN CIREBON
Jasjfi, E. 1996. Kimia Dasar Keenam. Jakarta: Erlangga


Analisis Data
Untuk menentukan konsentrasi asam gunakan rumus:
V1N1 = V2N2
V1 = Volum larutan asam
V2 = Volum larutan basa
N1 = Normalitas larutan asam
N2 = Normalitas larutan basa

Hasil Pengamatan
Percobaan I
Volume NaOH (V1) = 2,5 ml
Volume HCl (V2) = 10 ml
Warna = Pink

Percobaan 2
Volume NaOH (V1) = 5,5 ml
Volume HCl (V2) = 10 ml
Warna = Lebih pink (pekat)

Perhitungan
Percobaan 1
HCl + NaOH → NaCl + H2O
Dik: Volume NaOH (V1) = 2,5 ml
Volume HCl (V2) = 10 ml
M1 (NaOH) = 0,05 M
Dit: M2 (HCl) = …..?
Jawab: V1 M1 = V2 M2
0,05 . 2,5 = 10M2
0,125 = 10 M2
M2 =
M2 = 0,0125 M
[ H+ ] = x . 0,05
= 1.0,05 = 0,05 M
pH = - log [ H+]
= - log [ 5 x 10-2]
= 2 – log 5
= 2 0,6 = 1,4 (asam)

Percobaan 2:
HCl + NaOH → NaCl + H2O
Dik: Volume NaOH (V1) = 5,5 ml
Volume HCl (V2) = 10 ml
M1 (NaOH) = 0,05 M
Dit: M2 (HCl) = …..?
Jawab: V1 M1 = V2 M2
0,05 . 5,5 = 10M2
0,275 = 10 M2
M2 =
M2 = 0,0275 M
• N1 V1 = N2 V2
(1 . 0,05) . 2,5 = (1 . 0,0125) . 10
0,125 = 0,125
pH HCl → [ H+ ] = n . Ca
= 1 . 0,0125
= 1 . 1,25 x 10-2
pH = 2 – log 1,25
pH NaOH→ [ OH- ] = n . Cb
= 1 . 0,005
= 5 x 10-2
pOH = 2 – log 5
pH = 12 – log 5

• N1 V1 = N2 V2
(1 . 0,05) . 5,5 = (1 . 0,0275) . 10
0,275 = 0,275
pH HCl → [ H+ ] = n . Ca
= 1 . 0,0275
= 1 . 2,75 x 10-2
pH = 2 – log 2,755
pH NaOH→ [ OH- ] = n . Cb
= 1 . 0,05
= 5 x 10-2
pOH = 2 – log 5
pH = 12 – log 5

Pembahasan:
Bila larutan asam bereaksi dengan larutan basa akan terjadi reaksi antara ion hydrogen dari basa membentuk molekul air. Jika jumlah mol ion H+ dari asam sama dengan jumlah mol ion OH- dari basa maka bersifat netral. Tetapi reaksi antara asam dan basa yang jumlah molnya sama tidak selamanya menghasilkan larutan netral, karena bergantung pada kekuatan asam dn basa tersebut.
Cara menetralkan asam dengan basa atau sebaliknya yaitu dengan melakukan titrasi, titrasi adalah penambahan larutan baku atau larutan yang telah diketahui konsentrasinya dengan bantuan indicator. Indicator yang digunakan adalah indicator yang berubah warna pada PH netral.
Pada percobaan ini indicator yang digunakan adalah fenoftalin. Ketika asam (HCl) direaksikan dengan basa (NaOH). HCl yang akan diukur konsentrasinya dimasukkan ke dalam Erlenmeyer, kemudian ditambah 3 tetes indicator. Asam yang sudah diketahui konsentrasinya atau larutan standar ditambahkan dangan NaOH. Yang telah ditentukan konsentrasinya tetes demi tetes hingga indicator berubah warna atau titik akhir titrasi tercapai. Pada saat ini dicapai titik ekivalen yaitu jumlah mol H+ sama dengan mol OH- atau keadaan netral dan larutan tersebut menjadi berwarna pink.
Salah satu larutan merupakan larutan standar, jadi sudah diketahui konsentrasinya. Untuk mengetahui konsentrasi larutan lainnya dilakukan dengan perhitungan setelah data beberapa hasil titrasi diperoleh cara perhitungan yang digunakan adalah pada saat titik akhir titrasi, dicapai titik ekivalen yaitu:



Molaritas = mol zat per volum larutan atau
Mol zat = Volum larutan x molaritas, maka



Kesimpulan
Titrasi asam basa adalah reaksi penetralan asam dan basa. Bila laruta asam bereaksi dengan basa akan terjadi reaksi hydrogen dari asam dan ion hidroksida dari basa membentuk molekul air. Suatu reaksi dikatakan netral apabila jumlah mol ion H+ dari asam sama dengan jumlah mol ion OH- dari basa.
Indicator yang digunakan untuk titrasi adalah indicator yang berubah warna pada pH netral atau mendekati netral.
Pada titrasi asam basa, ketika salah satu larutan yang belum diketahui konsentrasinya ditambahkan dengan beberapa tetes fenoftalin (salah satu indicator yang dapat berubah warna) dan ditambah tete demi tetes larutan yang sudah diketahui konsentrasinya maka larutan campuran tersebut akan berubah warna.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar